🌧️ Penggunaan Teknologi Untuk Meningkatkan Hasil Panen Pertanian Adalah
Oleh: Among Wibowo, SP, MMA. Penyuluh Pertanian Madya Pada Disperpa Kota Magelang . Terbatasnya penyebaran sentra benih menyebabkan penggunaan atau pemanfaatan benih varietas unggul bersertifikat, khususnya untuk benih padi belum maksimal. menyadari keterbatasan dan kendala yang ada tersebut, maka untuk mewujudkan peningkatan produksi padi diperlukan teknologi yang dapat menghemat penggunaan
Langkahlangkah cara meningkatkan penjualan pertanian Hal pertama yang perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penjualan petani adalah edukasi para petani mengenai cara peningkatan nilai jual hasil pertanian. Para petani perlu benar-benar mengetahui jenis dan kualitas produk yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Menghasilkan
II1 Teknologi Pertanian Dalam Perkembangan kebudayaan manusia, dari masa prasejarah sampai flora; 4) peningkatan mutu hasil panen yang diperoleh; 5) penanganan, pengolahan, dan pengamanan hasil; serta 6) pemasaran hasil. pertanian adalah Untuk menarik peralatan pengolah tanah seperti bajak singkal, bajak rotari, dan garu, juga alat
Precisionfarming adalah sebuah istilah bercocok tanam menggunakan strategi dan tools untuk mengoptimalkan kualitas media tanam dan meningkatkan produktivitas pertanian dengan bantuan teknologi. Dinamakan precision atau tepat (presisi) - karena proses penanaman dilakukan di waktu yang tepat, sesuai kebutuhan yang spesifik, agar memperoleh
Adapunmanfaat pupuk bagi tanaman sawit antara lain: Meningkatkan unsur hara pada tanah, sehingga dengan tercukupi unsur hara pada tanah, maka tingkat kesuburan tanaman kelapa sawit akan meningkat. Memproduksi buah lebih banyak dan lebih baik. Sebagai nutrisi bagi tanaman untuk berkembang dan menghasilkan buah.
Pestisidaadalah zat kimia yang dimaksudkan untuk membunuh hama. Pestisida telah terbukti menjadi keuntungan bagi petani serta orang-orang di seluruh dunia dengan meningkatkan hasil pertanian. Penggunaan pestisida dan pupuk nitrogen dalam pertanian telah tumbuh secara pesat selama lebih dari 50 tahun untuk meningkatkan hasil panen. Saat ini
Mempertahankandan meningkatkan produksi pertanian untuk mencapai ketahanan pangan di daerah; petani berupaya memperoleh hasil panen yang lebih banyak dari lahan yang dimiliki, (6) petani berupaya memperoleh hasil setinggi-tingginya dari musim tanam, dan (7) petani memang belum tahu akibat negatif dari praktik penggunaan input sangat tinggi
33 Peran Teknologi Hasil Pertanian Terhadap Pembangunan Nasional. Menurut Siagian (2014), pembangunan nasional adalah "Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa".
PertanianLahan Kering Yohanes G. Bulu1 Ika Novita Sari2 Sylvia Kusumaputri Utami3* 1,2,3Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat *email:sylvia.utami@ Desember 2019, Disetujui: Februari 2020, Dipublish: April 2020 Abstrak Motivasi petani dalam mengadopsi teknologi budidaya kacang tanah terutama teknologi
qTIuj. IPTEK berperan dalam mencari metode terbaik untuk meningkatkan hasil panen, melindungi tanaman dari penyakit dan hama, membuat ternak sehat sepanjang waktu, merancang metode penyimpanan tanaman terbaik dan bahkan membantu memprediksi iklim yang kondusif untuk praktek pertanian. Seperti kita ketahui, penggunaan alat dan mesin pertanian membantu mempermudah petani dalam bertani dan usaha pertanian lainnya. Di negara-negara maju seperti Amerika Utara dan Eropa Barat, mekanisasi pertanian adalah prioritas. Seorang dosen di universitas Amerika, selain mengajar, dapat memiliki dan mengawasi kompleks unggas yang terdiri dari sekitar burung atau lebih. Petani terikat pada bank dan dibiayai untuk usaha pertanian besar. Para petani mempekerjakan para ahli dengan keterampilan pertanian dan manajemen. Bagi mereka yang menjelajah ke peternakan unggas dan sapi, upaya mencari layanan ahli patologi dilakukan untuk memastikan bahwa kesehatan hewan dan burung ini dirawat dengan baik, asuransi yang tepat diambil untuk memastikan ada risiko kematian mendadak yang muncul. Melalui sains dan penelitian, metode terbaik untuk meningkatkan hasil panen dapat dipastikan. Sebelum tahun 1989, petani lokal sudah terbiasa memanen singkong lokal, hanya sedikit petani yang terbiasa dengan varietas singkong yang lebih baik dalam tahun itu tetapi sesuatu tiba-tiba terjadi. Sebagian besar varietas lokal tidak lagi tumbuh dengan baik sehingga tingkat kematiannya tinggi. Makanan menjadi langka. Banyak keluarga yang tidak mampu membelinya karena ada yang dilengkapi dengan tepung jagung yang lebih murah. Perlindungan tanaman sangat penting dalam pertanian. Penyakit mempengaruhi tanaman dan menyebabkan keterlambatan dalam aktivitas metabolisme, terhambatnya pertumbuhan, kerontokan bunga dan buah, dan terkadang kematian tanaman. Pengendalian secara kultural dan kimiawi paling sering digunakan. Secara budaya, rotasi tanaman diadopsi, sisa pembakaran setelah panen, penyiangan tanah secara teratur, jarak tanam yang tepat menggunakan varietas unggul dan tahan dan praktik irigasi selama musim kemarau diadopsi. Penggunaan kontrol kimia adalah hasil penelitian. Meskipun efek sampingnya dikaitkan dengan bahan kimia tertentu, untuk mengendalikan penyakit jamur, cara ini masih tetap paling efektif untuk mengurangi patogen, fungisida. Bahan kimia ini termasuk kapur, tembaga jinten, campuran pembasmi jamur, dll. Penyakit bakteri dikendalikan oleh antibiotik tertentu seperti tembaga oksida copper oxide, debu tertentu dari merkuri, tembaga dan belerang. Karena penyakit virus sulit untuk dibasmi, insektisida tertentu digunakan untuk mengendalikan vektor serangga yang menularkan patogen virus. Alat-alat transportasi sangat penting dalam pertanian dan tanpanya, produksi dan evakuasi pangan akan sangat sulit. Di negara-negara maju dan beberapa negara berkembang, pesawat terbang digunakan untuk penyemprotan terutama, ketika belalang terlihat merusak ratusan hektar lahan pertanian. Jalan-jalan beraspal membantu evakuasi bahan makanan dari daerah pedalaman ke daerah perkotaan atau daerah lain yang membutuhkan. Penggunaan berbagai jenis kendaraan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya merupakan katalisator menuju terwujudnya cita-cita luhur tersebut. Ilmu pengetahuan dan penelitian membantu mengurangi penyakit hewan. Beberapa penyakit dan hama tersebut antara lain penyakit mulut dan kuku, penyakit sapi, penyakit newcastle, penyakit sapi gila penyakit Ebola TBC, antraks, mastitis sapi, cacar unggas, cocotchiosis, aspergillus, kurap, cacing pita, cacing gelang, kutu dan lain-lain. Dengan saran dari ahli pertanian dan kedokteran hewan, masalah hewan ternak akan selalu terpecahkan.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pertanian memainkan peran krusial dalam memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi untuk populasi global yang terus berkembang. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan meningkatnya permintaan akan keberlanjutan mendorong adopsi teknologi pertanian terkini. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi bagaimana penggunaan teknologi pertanian terkini dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan berkontribusi pada keberlanjutan pangan di masa Sensor dan Internet of Things IoT dalam PertanianPemantauan Lingkungan Teknologi sensor dan IoT memungkinkan petani untuk memantau secara real-time kondisi lingkungan pertanian, seperti kelembaban tanah, suhu, dan tingkat keasaman. Informasi ini membantu petani mengambil keputusan yang tepat dalam penggunaan air, pupuk, dan pestisida, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi dan mengurangi Cuaca Dengan adanya data cuaca yang akurat, petani dapat merencanakan kegiatan pertanian mereka dengan lebih baik. Informasi tentang curah hujan, suhu, dan pola iklim memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap cuaca ekstrem atau penyakit yang terkait dengan kondisi cuaca tertentu Penerapan Drones dan Robotika dalam PertanianPemetaan Lahan dan Pengendalian Hama Drones dilengkapi dengan kamera dan sensor yang memungkinkan pemetaan lahan dengan detail tinggi. Petani dapat mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian khusus, seperti tanaman yang sakit atau kerusakan tanaman akibat hama atau penyakit. Dengan bantuan drones, petani dapat mengambil tindakan yang cepat dan tepat untuk mengendalikan hama dan mencegah kerugian Tugas Pertanian Robotika telah memberikan kontribusi besar dalam otomatisasi tugas-tugas pertanian yang repetitif dan memakan waktu, seperti penyemprotan pestisida, panen, dan pemeliharaan tanaman. Hal ini mengurangi beban kerja fisik petani dan memungkinkan mereka untuk fokus pada aspek manajemen dan pengambilan keputusan yang lebih strategis. Analisis Data dan Kecerdasan Buatan untuk Pengambilan Keputusan yang Lebih BaikPengumpulan dan Analisis Data Teknologi pertanian terkini memungkinkan pengumpulan data yang luas dari berbagai sumber, seperti sensor, cuaca, dan pasar. Data ini dapat dianalisis menggunakan kecerdasan buatan untuk memberikan wawasan yang berharga kepada petani. Mereka dapat mengidentifikasi tren, memprediksi hasil panen, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan lebih dan Perencanaan Berdasarkan analisis data, sistem kecerdasan buatan dapat memberikan rekomendasi tentang waktu tanam yang optimal, pemilihan varietas tanaman yang cocok dengan kondisi lingkungan, dan strategi pemasaran yang efektif. Hal ini membantu petani dalam pengambilan keputusan yang berbasis data dan meningkatkan produktivitas pertanian secara pertanian terkini memberikan potensi yang luar biasa untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, menghadapi tantangan pangan global, dan mencapai keberlanjutan. Pemanfaatan sensor dan IoT, penerapan drones dan robotika, serta analisis data dengan kecerdasan buatan adalah langkah penting dalam mendorong inovasi dan efisiensi dalam pertanian. Dengan adopsi teknologi yang tepat dan dukungan yang memadai, kita dapat memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan untuk generasi S. 2020. Menuju ketahanan pangan Indonesia berkelanjutan 2025 tantangan dan penangannnya. Jurnal Media Neliti, 1 123-135. Izzwah, N. dan I. Faturrizky. 2022. Teknologi industry pertanian Analisa kualitatif menghadapi tantangan global menuju pertanian berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Change Think, 1 P. F. dkk. 2021. Analisis pengaruh perkembangan teknologi pertanian diera revolusi industry terhadap hasil produksi padi. Jurnal Pengolahan Pangan, 6 54-60. Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Sebagai negara agraris, Indonesia yang terletak di daerah tropis berlimpah sinar matahari dan sumber daya alam sudah sepatutnya menjadi negeri yang berlimpah dan berdaulat pangan. Kenyataannya hingga saat ini untuk pemenuhan pangan beras, kedelai, terigu, daging, susu, garam, dan produk pangan olahan masih belum berdaulat dan sangat bergantung pada impor. Di sisi lain, berbagai produk pertanian hortikultura dan produk olahan dari manca negara semakin mendesak produk dalam negeri. Pertanian Indonesia hingga saa ini masih sangat bertumpu pada teknologi konvensional padat karya atau tenaga kerja dan inovasi dengan mengandalkan sumber daya alam natural resources based innovation. Pertanian di era revolusi industri mencakup ruang lingkup on farming, off farming dan digital market place. Kendala yang dihadapi dalam menghadapi revolusi industri adalah keterbatasan infrastruktur mengingat kondisi geografis Indonesia sehingga internet belum dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan peran penyuluh yang mempunyai kompetensi sebagai jembatan dalam transfer teknologi dan inovasi. Penyebaran informasi dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media baik media cetak, elektronik, maupun media daring. Penyuluh Pertanian berperan dalam transfer teknologi, fasilitator dan penasehat. Menghadapi revolusi industri Pemerintah melalui Badan Litbang pertanian telah mem buat aplikasi cyber extension, Katam, Layanan Konsultasi Padi Indonesia, MyAgri, Takesi dan Pakar Kopi yang dapat digunakan Penyuluh Pertanian untuk mencerdaskan petani Indonesia. Penyampaian informasi daring yang saat ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui internet aplikasi zoom meeting dan google meeting. Penerapan Teknologi Informasi TI dalam bidang pertanian saat ini sangat diperlukan untuk keberhasilan produktivitas tani yang dihasilkan. Dengan Teknologi Informasi TI, petani Indonesia dapat dengan cepat dan mudah memperoleh informasi tentang pertanian untuk meningkatkan produktivitasnya. Teknologi Informasi TI juga berperan terhadap pemasaran hasil pertanian, petani dapat memasarkan produknya melalui media internet. Selain itu, petani juga dapat memantau dan mengatur dengan lebih praktis, lebih ekonomis dan efisien melalui internet. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari perkembangan TI dapat membantu terbentuknya proses pembangunan pertanian. Dan harapan masyarakat untuk mendapatkankesejahteraan dalam memenuhi kebutuhan pangan dapat terealisasi. Gambar Sebagai Teknologi Pertanian Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Upaya Petani Milenial Dalam Meningkatkan Pertanian Melalui Inovasi Teknologi Sebagai negara agraris, Indonesia yang terletak di daerah tropis berlimpah sinar matahari dan sumber daya alam sudah sepatutnya menjadi negeri yang berlimpah dan berdaulat pangan. Kenyataannya hingga saat ini untuk pemenuhan pangan beras, kedelai, terigu, daging, susu, garam, dan produk pangan olahan masih belum berdaulat dan sangat bergantung pada impor. Di sisi lain, berbagai produk pertanian hortikultura dan produk olahan dari manca negara semakin mendesak produk dalam negeri. Pertanian Indonesia hingga saa ini masih sangat bertumpu pada teknologi konvensional padat karya atau tenaga kerja dan inovasi dengan mengandalkan sumber daya alam natural resources based innovation. Pertanian di era revolusi industri mencakup ruang lingkup on farming, off farming dan digital market place. Kendala yang dihadapi dalam menghadapi revolusi industri adalah keterbatasan infrastruktur mengingat kondisi geografis Indonesia sehingga internet belum dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan peran penyuluh yang mempunyai kompetensi sebagai jembatan dalam transfer teknologi dan inovasi. Penyebaran informasi dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media baik media cetak, elektronik, maupun media daring. Penyuluh Pertanian berperan dalam transfer teknologi, fasilitator dan penasehat. Menghadapi revolusi industri Pemerintah melalui Badan Litbang pertanian telah mem buat aplikasi cyber extension, Katam, Layanan Konsultasi Padi Indonesia, MyAgri, Takesi dan Pakar Kopi yang dapat digunakan Penyuluh Pertanian untuk mencerdaskan petani Indonesia. Penyampaian informasi daring yang saat ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui internet aplikasi zoom meeting dan google meeting. Penerapan Teknologi Informasi TI dalam bidang pertanian saat ini sangat diperlukan untuk keberhasilan produktivitas tani yang dihasilkan. Dengan Teknologi Informasi TI, petani Indonesia dapat dengan cepat dan mudah memperoleh informasi tentang pertanian untuk meningkatkan produktivitasnya. Teknologi Informasi TI juga berperan terhadap pemasaran hasil pertanian, petani dapat memasarkan produknya melalui media internet. Selain itu, petani juga dapat memantau dan mengatur dengan lebih praktis, lebih ekonomis dan efisien melalui internet. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari perkembangan TI dapat membantu terbentuknya proses pembangunan pertanian. Dan harapan masyarakat untuk mendapatkankesejahteraan dalam memenuhi kebutuhan pangan dapat terealisasi. Gambar Sebagai Teknologi Pertanian Petani dulu lebih mengandalkan sumber daya manusia dan juga sumber daya alam. Petani tradisional menggunakan pupuk alami untuk menyuburkan tanahnya seperti penggunaan kotoran hewan seperti sapi dan kambing, petani dulu masih berharap pada alam ketika masyarakat menanam padi maka hasilnya tergantung pada proses alam. Teknologi pengolahan tanah adalah teknik atau cara pengolahan tanah mulai dari mempersiapkan tanah yang digarap sampai tanah tersebut siap ditanami. Salah satu teknologi pertanian yang digunakan masyarakat untuk mengolah tanah dengan menggunakan mesin berupa traktor. Traktor merupakan salah satu teknologi mekanisme pertanian yang digunakan untuk pengolahan tanah. Tabel pertanian di Indonesia Perubahan struktural ketenagakerjaan di sektor pertanian mengarah pada penuaan petani. Hal tersebut dapat dilihat semakin banyak petani yang berusia tua dan sedikitnya generasi muda yang mau menggantikan generasi tua untuk bekerja di sektor pertanian. Jumlah rumah tangga usaha pertanian menurut kelompok umur dan jenis kelamin menunjukkan bahwa masih sedikit pemuda yang memilih untuk bekerja sebagai petani. faktor internal dan eksternal yang menyebabkan sektor pertanian semakin ditinggalkan oleh pemuda. Faktor internal merupakan faktor yang disebabkan oleh kondisi internal individu atau sektor pertanian yang kurang memberikan daya tarik kepada pemuda untuk bekerja di pertanian. Faktor-faktor tersebut antara lain 1 luas lahan sempit dan status kepemilikan lahan, 2 sektor pertanian kurang memberikan prestise sosial, kotor, dan berisiko, 3 ketidakcocokanantara kualitas pendidikan dan kesempatan kerja yang tersedia di desa, 4 anggapan pertanian berisiko tinggi sehingga kurang memberikan jaminan tingkat, stabilitas, dan kontinuitas pendapatan, 5 tingkat upah dan pendapatan di pertanian rendah, 6 diversifikasi usaha nonpertanian dan industri pertanian di desa kurang atau tidak berkembang, 7 suksesi pengelolaan usaha tani kepada anak rendah, 8 belum ada kebijakan insentif khusus untuk petani muda atau pemula, 9 terbatasnya akses dukungan layanan pembiayaan dan penyuluhan pertanian, 10 terbatasnya infrastruktur produksi air, listrik, jalan, telekomunikasi. Faktor eksternal, adanya insentif yang lebih tinggi di sektor non pertanian dan persepsi pemuda jika bekerja di sektor non pertanian di perkotaan lebih bergengsi. Gambar Pupuk Organik Sektor pertanian di Indonesia sedang mengalami beberapa permasalahan yaitu salah satunya jumlah produksi pertanian yang menurun. Permasalahan tersebut meliputi peralihan fungsi lahan pertanian, jumlah tenaga penyuluh yang tidak sesuai dengan norma indeks yang dibutuhkan dan minimnya pengetahuan masyarakat khususnya petani mengenai teknologi pertanian modern. Pertanian urban atau urban farming merupakan salah satu bentuk teknologi pertanian modern yang tengah dilakukan oleh beberapa negara di dunia untuk mengatasi permasalahan pertanian. Pertanian urban merupakan sebuah sistem pertanian modern yang dilakukan di daerah perkotaan, di kota besar maupun kota kecil, yang dalam budidaya sayuran memanfaatkan lahan terbatas guna memenuhi kebutuhan sayuran dan buah maupun tambahan pemasukan dari penanaman, pemanenan hingga distribusi. Kemajuan teknologi pada saat ini memungkinkan monitoring tanaman menggunakan sensor. Penggunaan sensor pada pertanian menggunakan sensor seperti sensor cahaya, tanah, udara, serta kelembaban. Fungsi dari masing masing sensor tersebut sangat berperan besar untuk mendapatkan informasi keadaan tanaman secara akurat. Keadaan tanaman yang telah diperoleh oleh sensor perlu didistribusikan secara nirkabel untuk mengakses data keadaan tanaman. Oleh sebab itu diperlukan adanya penerapan Wireless Sensor Network WNS pada pertanian agar mempermudah melakukan pengawasan tanaman. Wireless Sensor Network merupakan sistem nirkabel yang menghubungkan beberapa perangkat. Kelebihan dari WSN adalah kemampuan untuk tetap berfungsi pada keadaan lingkungan yang buruk sekalipun. Pada saai ini WSN telah banyak digunakan pada bermacam macam bidang termasuk pertanian. Inovasi teknologi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian,mengingat bahwa peningkatan produksi melalui perluasan lahan ekstensifikasi sulit diterapkan diIndonesia, di tengah-tengah konversi lahan pertanian produktif ke non pertanian semakin meluas. Menurut data Badan Pusat Statistik BPS dalam kurun waktu 1983-1993 telah terjadi alih fungsi lahan seluas hektar yang terdiri atas hektar berupa lahan sawah dan lainnya bukan sawah atau rata-rata pertahun sekitar hektar. Untuk tahun 1993-2003 diperkirakan konversi lahan mencapai dua kali lipat dari tahun 1983-1993, yaitu sekitar hingga hektar per konversi lahan terbesar terjadi di Pulau Jawa sebesar 54% dan Sumatera 38%. Perubahan konversi lahan terbesar adalah menjadi lahan perkampungan/lahan pemukiman 69 persen dan kawasan industri 20 persen. Pemanfaatan teknologi energi matahari telah meluas ke berbagai bidang kehidupan masyarakat termasuk bidang pertanian. Perpaduan antara pertanian dan pembangkit energi matahari sebagai sistem simbiosis mutualisme dikenal dengan istilah agrivoltaic. Agrivoltaic itu sendiri merupakan singkatan dari agriculture dan photovoltaics. Sistem ini memanfaatkan lahan pertanian sebagai tempat bagi panel surya sebagai pembangkit listrik pengganti PLN. Model penempatan panel surya pada lahan pertanian ada beberapa tipe. Model pertama, dimana panel surya dipasang diantara baris lahan kosong, model kedua menggunakan greenhouse dan ditempatkan panel surya diatasnya dan model ketiga adalah diletakkandi atas tanaman. Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, terutama sebagai penyedia bahan kebutuhan pokok. Sistem informasi yang membahas mengenai harga barang di sektor pertanian bagian pangan sangatlah jarang. Terutama sistem informasi mengenai harga penjualan hasil pertanian. Android adalah sistem operasi mobile yang akhir-akhir ini menjadi popular di kalangan smartphone. Android adalah sistem operasi berbasis open source sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Dalam penelitian ini akan dibangun sistem informasi mengenai harga pasar hasil pertanian berbasis android. Banyak petani yang masih menggunakan cara-cara bercocok tanam secara konvensional dalam hal menentukan tanaman, cuaca, masa panen dan pasca panen. Sektor pertanian sebagai pemegang peranan yang sangat penting untuk membangun perekonomian nasional, berfungsi sebagai penyedia kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat, penyedia lapangan kerja, sebagai sumber pendapatan masyarakat dan untuk pengentasan kemiskinan. Suatu pertanian modern dicirikan oleh penerapan teknologi dan inovasi yang dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kegiatan produktif sektor pertanian, antara lain dengan pengembangan dan penciptaan inovasi antisipatif yang berpandangan masa depan, yaitu berupa inovasi teknologi, inovasi sosial kelembagaan, inovasi strategi pemasaran dan lain-lain yang dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan sektor pertanian secara berkesinambungan. Ciri pertanian modern adalah pertanian berbasis inovasi yang bersifat dinamis sesuai dengan tantangan yang dihadapi. DAFTAR PUSTAKA Simarmata, T. 2019. Percepatan transformasi teknologi dan inovasi dalam era smart farming dan petani milenial untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan daya saing pertanian Indonesia. In Makalah pada rangkaian Seminar/Kuliah Umum tanggal Vol. 19. Setiana, L., Nuskhi, M., & Hidayat, S. 2021, June. Kompetensi penyuluh pertanian dalam revolusi industri menuju pertanian modern. In PROSIDING SEMINAR TEKNOLOGI AGRIBISNIS PETERNAKAN STAP FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Vol. 8, pp. 602-607. Simarmata, J., Chaerul, M., Mukti, R. C., Purba, D. W., Tamrin, A. F., Jamaludin, J., ... & Meganingratna, A. 2020. Teknologi Informasi Aplikasi dan Penerapannya. Yayasan Kita Menulis. Zamora, J. L. R., Batista, E. G., & Acosta, E. O. 2020. Análisis del rendimiento técnico del agregado formado por el “Tractor NEW HOLLAND TS6020 y la grada Baldan de 42 discosâ€, para la labor de gradeo del cultivo del arroz Oryza sativaOriginal. Redel. Revista Granmense de Desarrollo Local, 4, 717-726. Zahara, I., & Yoesoef, A. 2017. Teknologi Pertanian dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Ekonomi dan Budaya Masyarakat di Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar 1985-2016. JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 23. Hutabarat, B. 1995. Analisis Deret Waktu Kecenderungan Nilai Tukar Petani di Indonesia. Arvianti, E. Y., Masyhuri, M., Waluyati, L. R., & Darwanto, D. H. 2019. Gambaran krisis petani muda Indonesia. Agriekonomika, 82, 168-180. Susantidiana, S., & Aguzaen, H. 2015. PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK MENGURANGI PEMAKAIAN PUPUK ANORGANIK PADA TANAMAN KACANG TANAH Arachis hypogeae L.. Klorofil Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian, 101, 19-27. Fifthariski, K., Yuliarso, H., & Hardiana, A. 2019. PENERAPAN PRINSIP HI-TECH ARCHITECTURE PADA PUSAT PELATIHAN DAN PENELITIAN PERTANIAN URBAN VERTIKAL DI JAKARTA. Senthong, 22. Wibowo, R., Akbar, S. R., & Priyambadha, B. 2018. Implementasi Wireless Sensor Node Sebagai Pendukung Pertanian Modern Berbasis Pemrograman State Machine. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-ISSN, 2548, 964X. Fatchiya, A., & Amanah, S. 2016. Penerapan inovasi teknologi pertanian dan hubungannya dengan ketahanan pangan rumah tangga petani. Jurnal Penyuluhan, 122, 190-197. Oktarina, Y., Dewi, T., Artini, S. R., & Umar, S. 2022. PENGENALAN SISTEM AGRIVOLTAIC SEBAGAI TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN PADA PETANI SAYURAN DI GANDUS. Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 54, 90-96. Husin, H. 2019. Eksistensi Industri Genteng Karang Penang di era modern tinjauan teori struktural fungsional Talcott Parsons studi di Desa Tlambah Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya. Rosalina, D. I. 2022. PENERAPAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN MODERN DI INDONESIA YANG SEHAT, RAMAH LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN. SEMAGRI, 31. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication. Tualar SimarmataABSTRAK Sebagai negara agraris, kebutuhan pangan utama sembako Indonesia masih sangat tergantung pada impor. Tantangan yang dihadapi Indonesia semakin serius dalam era pertanian smart agriculture or digital farming dan petani milenial yang bertumpu pada teknologi dan inovasi untuk produktivitas, meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Permasalahan utama yang dihadapi Indonesia antara lain adalah 1 petani menua ageing dan minat kaum muda bertani sangat rendah, 2 kualitas sumber daya petani umumnya memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar rendah, 3 pertanian Indonesia masih bertumpu pada teknologi konvensional natural resources based agricultural economy, 4 Produk olahan agroindustri masih terbatas, 4 ekspor utama produk pertanian masih bertumpu pada bahan baku sehingga nilai tambah dan benefitnya lebih banyak dinikmati oleh negara pengimpor negara maju, 5 kontribusi inovasi dalam pertumbuhan ekonomi masih sangat kecil dengan nilai total productivity faktor TPF hanya 1% jauh dibawah negara di kawasan asia yang sudah mencapai 14-35%. Upaya untuk percepatan transformasi teknologi dan Inovasi mutlak diperlukan mengejar kertertinggalan guna mewujudkan pertanian yang berbasis teknologi dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Adopsi pertanian pintar smart faming dan pelibatan kaum muda menjadi petani milenials menjadi kunci keberhasilan pertanian Indonesia di masa depan. Generasi petani milenial/digital dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan mudah dapat mengakses berbagai teknologi dan inovasi untuk 1 meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan daya saing produk pertanian Indonesia, dan 2 memanfaatkan pasar nasional, regional dan internasional. Fokus inovasinya adalah berbasis pemecahan masalah market driven dengan langkah sebagai berikut lakukan terobosan yang kreatif think the new thing, kerjakan dan operasionalkan dengan efisien doing the new thing dan cetak keuntungan make benefit from the new thing, yaitu Konsekuensinya, perguruan tinggi dan stakeholder lainnya perlu melakukan transpormasi pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang menjadi job creator atau teknologi inovasi pertanian berperan dalam meningkatkan produktivitas usaha tani, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, yang salah satunya diindikasikan dari meningkatnya ketahanan pangan rumah tangga ini bertujuan untuk mengindentifikasi inovasi teknologi pertanian yang telah diterapkan di lokasi studi, dan menganalisis hubungannya dengan kondisi ketahanan pangan pada rumah tangga penelitian berupa survei di dua desa di Kabupaten Bogor yang masing-masing memiliki tipe pertanian yang berbeda yaitu lahan kering dan basah sawah, dengan jumlah sampel sebanyak 80 dianalisis dengan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani di lahan sawah telah menerapkan inovasi teknologi berupa sistem jajar legowo secara intensif, dan petani di desa berlahan kering cukup intensif dalam menerapkan inovasisistem tumpang sari dan pengolahan hasil pertanian on farm .Penerapan teknologi ini berkorelasi positif dengan kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani, yaitu petani yang menerapkan inovasi teknologi lebih intensif memiliki tingkat ketahanan pangan yang lebih baik.
penggunaan teknologi untuk meningkatkan hasil panen pertanian adalah